ID-Ipad di Majalah Selular

id-pad-oke
Jakarta, Selular.ID – Sejak dirilis untuk pertama kalinya pada tahun 2010 lalu, iPad bisa dibilang menjadi salah satu produk Apple yang sangat sukses di pasar. Faktanya, hampir di setiap peluncuran model baru, iPad selalu diburu oleh para penggemarnya. Tidak hanya di luar negeri saja, fenomena iPad juga jadi pembicaraan menarik bagi para penggemarnya di Tanah Air. Kemudian, muncullah berbagai komunitas yang didedikasikan untuk penggemar iPad, yang satu di antaranya adalah ID-iPad.

Seperti diutarakan oleh Julijanta Gunawan, seorang moderator ID-iPad, berdirinya komunitas ini sejak iPad 1 muncul, yakni sekitar tahun 2010 lalu. Bukan tanpa tujuan, berdirinya ID-iPad sebagai wadah bagi para pengguna iPad di Indonesia, yang ingin mengetahui lebih jauh apa saja kelebihan yang ditawarkan tablet ini.

“Pertama karena waktu itu iPad masih baru banget, banyak yang ingin mengetahui kegunaan iPad selain buat main game dan tidak bisa digunakan untuk menelepon, bisa digunakan untuk apa saja. Jadi kami mewadahi pengguna iPad, khususnya di Indonesia, bagaimana memaksimalkan fungsi device yang telah dibeli mahal-mahal tersebut. Saat itu baru Apple yang mengeluarkan tablet dengan resolusi seperti monitor pada umumnya (4:3) 1024 x 768, tablet lain (contoh: Android) 1024 x 600,” papar Julijanta ketika ditanya mengenai latar belakang berdirinya ID-iPad.

Tidak berbeda dengan komunitas pada umumnya, sebagai wadah bagi para penggemar iPad, ID-iPad juga memiliki beragam kegiatan, mulai dari milis, hingga kopdar dalam kelompok kecil, serta menggelar acara gathering besar-besaran setahun sekali.

Acara gathering besar ID-iPad, pernah dilakukan sebanyak dua kali di Bandung yang dihadiri 100 hingga 200 anggota komunitas dari Indonesia. ”Salah satu acaranya, lomba foto menggunakan iOS device (iPad/iPhone),” kata Julijanta.

Selain kegiatan yang bersifat offair, ID-iPad juga kerap melakukan kegiatan secara onAir, seperti mengadakan lomba dengan hadiah dari sponsor, baik ulasan mengenai suatu produk dan service yang berhubungan dengan iOS.

Dalam hal komunikasi antaranggotanya, komunitas ID-iPad kini lebih banyak menggunakan jejaring sosial, seperti di group FB Indonesian Apple Community. Tidak jarang anggota FB Indonesian Apple Community memanfaatkan grup ini sebagai tempat bertanya seputar tablet kesayangan mereka, mulai dari tips dan trik ketika beli iPad bekas, hingga soal troubleshooting.

“Sering kali pertanyaan dari para pengguna iPad, kalau beli bekas apa saja yang harus di cek dan sebagainya. Pertanyaan lainnya mengenai troubleshooting misal iPad hang harus bagaimana, upgrade iOS performancenya jadi pelan atau tidak, dan lain-lain,” ungkap Julijanta.

Bicara mengenai keanggotaan, komunitas yang berdiri sejak enam tahun ini disebut telah memiliki ribuan anggota, baik yang terdaftar di milis maupun di grup Facebook. Untuk milis, sebagaimana dikatakan Julianta, anggotanya ada sekitar 2000-an orang. Sementara di grup Facebook anggotanya disebut sudah lebih banyak dari milis.
“(Anggota komunitas ID-iPad-red) tersebar di seluruh Indonesia, tapi sebagian besar masih dari Jawa (Jakarta, Bandung, Surabaya),” pungkas Julijanta.

ID-iPad, Tempat Sharing Pengguna iPad di Indonesia

October 4, 2016 at 8:51 am Leave a comment

Mac-Inul – Asyiknya Ngoprek PC Rasa Apple

Kata “Inul” di Mac-Inul tidak ada hubungannya dengan penyanyi dangdut itu, loh. Menurut Antonius Wijaya, pemilik Mac-Inul.com, istilah tersebut biasanya dipakai untuk hal-hal yang agak menyerempet ‘dunia hitam’. Dan, dengan jujur, ia berujar sambil
tergelak bahwa Mac-Inul berarti Mac bohongan atau abal-abal. Di forum mereka, ada pun yang berseloroh kalau Mac-Inul adalah kepanjangan dari Mac Instal Ulang terus. Soalnya, dalam proses meng-Hackintosh, kadang perlu melakukan instalasi hingga berulang kali.

Komunitas Hackintosh sendiri muncul ketika Apple memutuskan untuk berhenti menggunakan PowerPC sebagai prosesor dan mulai memakai prosesor Intel untuk jajaran produk Mac-nya. Keberadaan
para Hackintosher ini pun tidak dipermasalahkan Apple selama
produk hack yang mereka buat tidak dijadikan barang komersial. Anton bahkan menyebutkan bahwa Apple malah seolah menjadikan
komunitas Hackintosher sebagai test bed atau bahan penelitian dan
pengembangan produk mereka.

Masih menurut Anton, mereka yang aktif menggeluti Hackintosh
rata-rata memang pria, mulai dari pengusaha, pekerja lepas, hingga mahasiswa. Hingga saat ini, di forum Mac-Inul, ada 7.765 pengguna yang terdaftar dengan total pengunjung 718.318. Mereka yang aktif di forum ini sebagian karena kesemsem dengan Apple Macintosh tapi tidak punya cukup dana atau belum yakin untuk membelinya. Sebab Mac tidak dijual terpisah antara hardware (Mac) dengan sistem operasi (Mac OS X), seperti dijelaskan oleh Anton. Sementara bagi yang hobi ngoprek, Hackintosh ini memang jadi barang yang asyik buat menyalurkan hobi dan mengasah ilmu.

Milis ke Forum
Komunitas Hackintosh ini awalnya belum bernama Mac-Inul. Mac-Inul berawal dari sebuah mailing list (milis) macosx86indo@yahoogroups.com yang didirikan pada 24 Juni 2006 oleh Egwan Pradana. Anton sendiri awalnya bergabung sebagai member biasa.Meski hanya intensif berkomunikasi lewat dunia maya, Egwan kemudian mempercayakan Anton ..

Ulasan Mac-Inul@Tabloid PCPlus 405

February 15, 2012 at 1:27 am 4 comments

Live tvOne 15-10-11 komunitas id-iPad vs Forum Android.

Tiba-tiba sepucuk email masuk inbox penulis, yg intinya meminta kesediaan dari milis id-ipad untuk mengirimkan wakilnya untuk menjadi narasumber pada acara Selamat Pagi Indonesia TVOne pada tanggal 15 Oktober 2011.
Tidak melewatkan kesempatan ini saya pun menjawab email tersebut dengan menyatakan kesediaan (kapan lagi numpang masuk TV yah?) hehe.
Berikut adalah cuplikan rekamannya, tq untu Bro Julianta atas kesediaannya menemani pada saat shooting sampai membantu meng-upload video hasil rekaman ke Youtube.

Segment 1:

Segment 2:

October 20, 2011 at 8:49 am 5 comments

Bila Axioo ketemu Lion..

KOPDAR kali ini adalah yg kali ke-4 diadakan di kota Bandung.

Supaya agak berbeda dengan KOPDAR2 sebelumnya, kali ini kita bikin model WORKSHOP, dengan menggunakan Laptop Axioo HNM series i3 dan i7, kenapa yang dipilih Axioo? Karena sponsor utama KOPDAR adalah boss Timmy MitraAbadi komputer yang setia dari KOPDAR pertama 5 tahun yang lalu.

Kita mulai..
Tidak terasa sudah 5 tahun sejak dari kopdar pertama diadakan tahun 2006 di beemall, KOPDAR yang kali ini juga kita adakan di Bandung, karena ternyata katanya Bandung cocok untuk acara ngumpul2 hehe

20110921-200828.jpg

Jam baru menunjukan pukul 9 pagi, restoran Seafood PRAOE pun masih berbenah, belum ada satu pun kustomer yang makan disana (iyalah jelas mereka baru operasi jam 10 pagi), tapi panitia KOPDAR sudah berdatangan dan bersiap2 untuk mempersiapkan acara, ada yang memasang Spanduk, X-banner, maupun yang membereskan demo unit MacPro aspal. Tujuh belas unit Laptop Axioo HNM Series i3 dan i7 juga sudah dimasukan ke dalam ruang acara, bersiap untuk di install MacOSX Lion.
20110921-200837.jpg

20110921-200845.jpg

20110921-200855.jpg

Makin siang, peserta mulai bermunculan, bahkan ada yang datang dari luar kota, jakarta dan bogor. Acara mulai pukul 10.15 dimulai dengan pembukaan oleh MC dadakan saya sendiri hehe.

Acara berikutnya adalah pembukaan oleh sponsor utama dan satu2nya, boss Timmy MitraAbadi yang bercerita mengenai produk AXIOO, sayang quiz berhadiah HDD external 500gb tidak bisa diraih oleh peserta karena tidak ada satupun yang berhasil menjawab🙂

Pembicara pertama adalah Ridwan alias Wantse yang mendemokan bagaimana cara membuat MacPro jadi-jadian, casing yang diapakai adalah Casing MacPro G5, tapi jeroan-nya adalah komponen PC biasa, langkah demi langkah di jelaskan via presentasi di iPad (lho koq ipad yach? hehe), dan yang jelas OS-nya adalah Mac OSX 10.7 alias Lion.🙂

Pembicara kedua adalah Hendito, seorang Hackintosh guru yang sudah pengalamannya segudang, beliau mempresentasikan 101 Hackintosh, apa itu hackintosh, lalu apa yang harus disiapkan, kendala2 yang akan terjadi, dan cara mengatasinya.

Tidak tersasa waktu sudah menunjukan pukul 12 siang, makan siang sudah disiapkan oleh pihak Restoran.

Akhirnya acara utama dimulai, WORKSHOP Hackintosh, unit yang dipakai adalah:
9 Axioo HNM i7 Series, dan 9 Axioo HNM i3 series, unit sudah disiapkan sebelumnya dengan mempartisi hdd laptop menjadi 2 bagian, partisi 1 disiapkan untuk hasil install LION, partisi kedua di dump dengan Installer Retail Lion, kita menggunakan Installer Retail yang artinya kita tidak menambahkan atau mengcrack installer tersebut.

18 Flash disk 4GB yang sudah diisi dengan Bootloader Chimerra 1.54 dan file2 Post-Install yang berisi driver dan utility2 yang dibutuhkan agar si Lion bisa mengaum dengan baik di Laptop Axioo.
Langkah2 panduan install bisa dilihat di sini:
http://www.mediafire.com/file/y06o7wxo8bw34jl/panduan%20install%20LionAxioo.pdf

Sedangkan tools2nya bisa didownload di:
http://tonymacx86.com/
http://chameleon.osx86.hu/
http://www.kexts.com/
Dan ada beberapa kext (driver) yang dipatch oleh penulis.

Hasil akhir adalah:
Sebuah laptop AXIOO HNM series i3 & i7 yang terinstall LION OSX 10.7
– Resolusi full 1366 x 768 CI dan QE Support
– Web Cam ON
– DVD writer berfungsi dengan baik
– Audio ON, ethernet ON, wifi full support dengan menggunakan Atheros AR9285.
– Shutdown dan restart tanpa masalah
– dan yang penting full support 64bit ..

Salam Hackintosh!

20110921-200907.jpg

20110921-200917.jpg

20110921-200926.jpg

20110921-200939.jpg

20110921-200949.jpg

20110921-201004.jpg

20110921-201015.jpg

20110921-201025.jpg

20110921-201032.jpg

September 21, 2011 at 1:00 pm 7 comments

Narsis.com – jawa post newspaper gadgeter section

January 4, 2011 at 8:14 am Leave a comment

Baranangsiang

image

image

image

Kali ini sudah tahun ketiga saya menemani anak perempuan saya ke gedung ini untuk gladi resik pementasan balet, dan setiap kali melihat kondisi gedung yang makin buruk dari waktu ke waktu membuat miris perasaan saya.
Katanya bila hendak mengetahui tingkat kemajuan sebuah bangsa,lihat saja gedung keseniannya. Jadi kesimpulan? Kasian deh Indonesiaku😦

May 13, 2010 at 2:35 am 1 comment

MINORITAS YANG FANATIK

SEMUA notebook dibiarkan terbuka lebar. Riuh rendah obrolan terdengar di sana-sini. Sesekali tawa pun terdengar nyaring. Ada yang asyik browshing info-info terbaru Macintosh. Ada yang mengunduh (download) lagu. Ada juga yang sekadar chatting atau buka Facebook. Sementara itu, sebuah televisi layar datar menayangkan perjalanan Apple merambah dunia dengan teknologi informasi.

Begitulah bila anggota komunitas Indonesian Macintosh Society (ID-Mac) berkumpul. Satu sama lain nyaris tak ada jarak, saling berbagi dan bercerita, juga kelakar. “Semua yang datang ke sini bukan hanya dari Bandung, tapi juga anggota dari Jakarta,” ujar Antonius, Koordinator ID-Mac Bandung saat mengundang “PR” hadir pada acara “Ngariung ID-Mac”, di Ngopi Doeloe, Jln. Teuku Umar, Bandung, akhir pekan lalu.

Selain mengenalkan peserta dari Jakarta, Antonius juga mengenalkan pendiri ID-Mac Bandung, Adrian Ariatin, beserta para penggerak lainnya seperti Arie Ari Tj (dosen Unpad) dan Abiel Sabiel dari Jakarta. “Pokoknya, kalau sudah kumpul begini, rame!” ujar Antonius yang sengaja memberi nama pertemuan tersebut dengan sentuhan yang berbau Sunda.

Sedikit fanatik

ID-Mac, menurut Adrian, berdiri pertama kali pada 21 Mei 2001. Tujuannya tak lain untuk mencari sesama para pemakai Macintosh. Maklumlah, jumlah pemakai Macintosh pada waktu itu masih sangat sedikit. “Kalau tidak salah, awalnya kita hanya tujuh orang,” ujar Adrian.

Dengan jumlah sedikit itu, komunikasi pun lebih banyak dilakukan melalui mailing list. Bertukar informasi merupakan menu utama pertemuan maya para pengguna Macintosh pada waktu itu. Namun, seiring perkembangan merek ini di Indonesia, para pengguna pun bertambah dan pengikut aktif di mailing list kian bertambah.

Sebenarnya, kata Adrian, pengguna Apple Macintosh memang tergolong minoritas. Bukan hanya di Bandung atau Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.Hal itu terkait dengan kebijakan produsen Apple yang memang mengondisikan perangkatnya lebih eksklusif dibandingkan perangkat lain dari merek yang berbeda.

Kendati begitu, jumlah pengguna yang aktif sebagai anggota ID-Mac Indonesia saat ini sudah mencapai 3.900 anggota lebih. Dengan jumlah e-mail (surat elektronik) yang masuk mencapai 2.500 e-mail per hari. Komunitas serupa juga terdapat di berbagai negara seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara Asia seperti Singapura dan Malaysia.

Anehnya, kata Adrian, ID-Mac betul-betul sebuah wadah yang dibentuk oleh para pengguna. Keterlibatan produsennya sendiri terhadap komunitas, nyaris tidak ada. Hal itu dapat dibuktikan dari setiap kegiatan yang mereka gelar. Tidak ada sokongan apa pun. “Jadi, memang murni fanatisme para anggotanya saja,” ujar Adrian.

Hal itu, menurut Antonius, sangat lumrah terjadi. Dengan jumlah pengguna yang sedikit tetapi perangkat teknologinya lebih canggih dari yang lain, para pemakainya akan merasa bangga. Bahkan sejak awal, produk Apple memang sangat erat dengan gaya hidup dan citra mewah. “Dari sisi harga saja, jauh lebih mahal. Tapi, yang paling penting adalah perangkat teknologinya yang membuat orang bangga memakai produk ini,” ujar Antonius beralasan.

Dari sisi lain, Adrian mengatakan, hampir semua pengguna adalah mereka yang sensitif dengan kebutuhan produk yang safety (aman). “Nah, produk ini sangat mewakilinya. Walaupun kita harus mengeluarkan uang lebih besar daripada membeli produk yang sama dari merek berbeda, tingkat keamanannya sangat terjamin,” ujarnya.

Memang cukup banyak alasan mengapa anggota ID-Mac ini amat fanatik dengan pilihannya. Yang pasti, kehadiran komunitas juga turut mendukung. Seperti pengakuan Tonny, mahasiswa desain grafis Univerasitas Pasundan (Unpas) Bandung, kepemilikannya terhadap Macintosh sangat didukung oleh keikutsertaannya dalam komunitas.

“Aku bisa lebih memahami fungsi-fungsinya setelah gabung dengan komunitas ini. Kita sering kali merasa ngeh terhadap perkembangan teknologi terbaru kalau kita saling membicarakannya. Nah, di sinilah saya bisa mendapatkan pengetahuan lebih banyak tentang Macintosh,” katanya.

Berbagi informasi

Kegiatan ID-Mac adalah diskusi berjalan di mailing list ID-Mac berkisar seputar konsultasi berbasis Apple Macintosh, trouble shooting, berbagai pengalaman, dan informasi terbaru teknologi informasi. Selain kegiatan online melalui mailing list, ID Mac juga rutin mengadakan berbagai acara silaturahmi offline (jumpa darat) di Jakarta dan Bandung.

Dalam kegiatan ini, ID Mac mengundang anggota maupun calon anggota pengguna Apple Macintosh untuk bergabung dan berbagi. Biasanya, dari kegiatan offline inilah, jumlah anggota bertambah karena beberapa anggota kerap mengajak teman barunya untuk masuk. “Jadi, tidak ada perekrutan secara khusus. Semuanya mengalir saja. Kalau tidak dari mulut ke mulut antarteman, terbanyak sih lewat mailing list,” ujar Antonius menambahkan.

Kendati begitu, tidak semua pengguna mailing list senang ikut kegiatan offline. Bergantung pada kecenderungannya masing-masing saja. “Ada yang aktif dan heboh di milist, ada yang dua-duanya, ya di milist juga, ya di kopi darat juga,” ujar Antonius.

Untuk urusan silaturahmi offline, biasanya Antonius yang mengurus. Sedangkan untuk menjawab dan mengaktifkan milist, ada tiga operator yang bergiat di situ, yakni Antonius, Adrian Ariatin, dan Arie. Mereka inilah yang melayani kebutuhan informasi seputar Apple Macintosh dan ID-Mac di ruang maya.

Dengan keanggotaan terbuka seperti itu, tidak ada ketentuan mengikat dalam keanggotaan. Siapa pun boleh ikut, dengan catatan, ia menyukai dunia teknologi informasi. Tidak mesti apakah ia pengguna Apple Macintosh atau baru mau menjadi pengguna. “Pokoknya bebas-bebas saja, yang penting inhome dengan kita,” ujar Antonius menambahkan.

Tidak ada iuran ataupun kartu anggota di komunitas ini. Setiap pertemuan, para anggota mengeluarkan biaya masing-masing. Misalnya untuk makan, anggota membayar sendiri makanan yang dipesannya. Kendati begitu, kata Antonius, beberapa kegiatan offline kerap ada sponsor. Entah untuk diskon makan, pemberian doorprize, atau keperluan lainnya.

Latar belakang anggotanya sangat beragam. Ada pelajar, mahasiswa, dosen, wiraswasta, fotografer, perancang, karyawan, dokter, sampai ibu rumah tangga. Namun, bila dilihat dari gaya mereka, kecenderungan anggota ID-Mac adalah mereka yang mengikuti gaya hidup dan mode (stylist). Mungkin, kata Adrian, karena awal kehadiran Apple Macintosh lebih banyak untuk kepentingan desain grafis.

“Walaupun sih sebenarnya tidak saklek seperti itu juga. Tapi yang jelas, anggota ID-Mac memang orang-orang yang mengikuti perkembangan gaya hidup dan mode. Khususnya yang berkenaan dengan teknologi informasi,” ujarnya.

Seperti diakui Ny. Hetty Setyo (48). Ibu ini sengaja bergabung dengan ID-Mac demi kebutuhan putrinya yang juga penulis dan memerlukan perangkat teknologi yang simpel, aman, tetapi juga canggih. “Anak saya aktif banget. Selain pelajar, ia juga penulis dan mendesain beberapa novel. Makanya, untuk kebutuhan tersebut saya ingin mencoba menyerap terlebih dahulu teknologi yang dimilikinya,” ujar Ny. Hetty.

Sebagai komunias yang mengarah pada gaya hidup, ID-Mac memang cenderung eksklusif. Beberapa anggota mengaku mempunyai 3-4 notebook hanya bermerek Apple Macintosh. Ada juga anggota yang hanya semua perangkat teknologinya memakai merek ini, mulai dari PC, notebook, Ipod, iPhone, sampai ke Apple TV.

Nah, bila Anda termasuk orang yang stylist dan penyuka perangkat teknologi yang simpel, aman, dan canggih, tampaknya sudah mulai bisa bergabung dengan komunitas ini. Siapa tahu, dengan banyak bersinggungan dengan para stylist, bukan saja penampilan akan eksklusif, tetapi wawasan teknologi informasinya pun cling! Mau bergabung? (Eriyanti/”PR”)***

February 18, 2010 at 1:24 pm Leave a comment

Older Posts


si Botax Narcis

si Botak Narcis
Antonius Widjaja, seorang ayah, suami, dan pekerja mandiri di bidang Digital Printing dan Video Editing
December 2016
M T W T F S S
« Oct    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031