MINORITAS YANG FANATIK

February 18, 2010 at 1:24 pm Leave a comment

SEMUA notebook dibiarkan terbuka lebar. Riuh rendah obrolan terdengar di sana-sini. Sesekali tawa pun terdengar nyaring. Ada yang asyik browshing info-info terbaru Macintosh. Ada yang mengunduh (download) lagu. Ada juga yang sekadar chatting atau buka Facebook. Sementara itu, sebuah televisi layar datar menayangkan perjalanan Apple merambah dunia dengan teknologi informasi.

Begitulah bila anggota komunitas Indonesian Macintosh Society (ID-Mac) berkumpul. Satu sama lain nyaris tak ada jarak, saling berbagi dan bercerita, juga kelakar. “Semua yang datang ke sini bukan hanya dari Bandung, tapi juga anggota dari Jakarta,” ujar Antonius, Koordinator ID-Mac Bandung saat mengundang “PR” hadir pada acara “Ngariung ID-Mac”, di Ngopi Doeloe, Jln. Teuku Umar, Bandung, akhir pekan lalu.

Selain mengenalkan peserta dari Jakarta, Antonius juga mengenalkan pendiri ID-Mac Bandung, Adrian Ariatin, beserta para penggerak lainnya seperti Arie Ari Tj (dosen Unpad) dan Abiel Sabiel dari Jakarta. “Pokoknya, kalau sudah kumpul begini, rame!” ujar Antonius yang sengaja memberi nama pertemuan tersebut dengan sentuhan yang berbau Sunda.

Sedikit fanatik

ID-Mac, menurut Adrian, berdiri pertama kali pada 21 Mei 2001. Tujuannya tak lain untuk mencari sesama para pemakai Macintosh. Maklumlah, jumlah pemakai Macintosh pada waktu itu masih sangat sedikit. “Kalau tidak salah, awalnya kita hanya tujuh orang,” ujar Adrian.

Dengan jumlah sedikit itu, komunikasi pun lebih banyak dilakukan melalui mailing list. Bertukar informasi merupakan menu utama pertemuan maya para pengguna Macintosh pada waktu itu. Namun, seiring perkembangan merek ini di Indonesia, para pengguna pun bertambah dan pengikut aktif di mailing list kian bertambah.

Sebenarnya, kata Adrian, pengguna Apple Macintosh memang tergolong minoritas. Bukan hanya di Bandung atau Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.Hal itu terkait dengan kebijakan produsen Apple yang memang mengondisikan perangkatnya lebih eksklusif dibandingkan perangkat lain dari merek yang berbeda.

Kendati begitu, jumlah pengguna yang aktif sebagai anggota ID-Mac Indonesia saat ini sudah mencapai 3.900 anggota lebih. Dengan jumlah e-mail (surat elektronik) yang masuk mencapai 2.500 e-mail per hari. Komunitas serupa juga terdapat di berbagai negara seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara Asia seperti Singapura dan Malaysia.

Anehnya, kata Adrian, ID-Mac betul-betul sebuah wadah yang dibentuk oleh para pengguna. Keterlibatan produsennya sendiri terhadap komunitas, nyaris tidak ada. Hal itu dapat dibuktikan dari setiap kegiatan yang mereka gelar. Tidak ada sokongan apa pun. “Jadi, memang murni fanatisme para anggotanya saja,” ujar Adrian.

Hal itu, menurut Antonius, sangat lumrah terjadi. Dengan jumlah pengguna yang sedikit tetapi perangkat teknologinya lebih canggih dari yang lain, para pemakainya akan merasa bangga. Bahkan sejak awal, produk Apple memang sangat erat dengan gaya hidup dan citra mewah. “Dari sisi harga saja, jauh lebih mahal. Tapi, yang paling penting adalah perangkat teknologinya yang membuat orang bangga memakai produk ini,” ujar Antonius beralasan.

Dari sisi lain, Adrian mengatakan, hampir semua pengguna adalah mereka yang sensitif dengan kebutuhan produk yang safety (aman). “Nah, produk ini sangat mewakilinya. Walaupun kita harus mengeluarkan uang lebih besar daripada membeli produk yang sama dari merek berbeda, tingkat keamanannya sangat terjamin,” ujarnya.

Memang cukup banyak alasan mengapa anggota ID-Mac ini amat fanatik dengan pilihannya. Yang pasti, kehadiran komunitas juga turut mendukung. Seperti pengakuan Tonny, mahasiswa desain grafis Univerasitas Pasundan (Unpas) Bandung, kepemilikannya terhadap Macintosh sangat didukung oleh keikutsertaannya dalam komunitas.

“Aku bisa lebih memahami fungsi-fungsinya setelah gabung dengan komunitas ini. Kita sering kali merasa ngeh terhadap perkembangan teknologi terbaru kalau kita saling membicarakannya. Nah, di sinilah saya bisa mendapatkan pengetahuan lebih banyak tentang Macintosh,” katanya.

Berbagi informasi

Kegiatan ID-Mac adalah diskusi berjalan di mailing list ID-Mac berkisar seputar konsultasi berbasis Apple Macintosh, trouble shooting, berbagai pengalaman, dan informasi terbaru teknologi informasi. Selain kegiatan online melalui mailing list, ID Mac juga rutin mengadakan berbagai acara silaturahmi offline (jumpa darat) di Jakarta dan Bandung.

Dalam kegiatan ini, ID Mac mengundang anggota maupun calon anggota pengguna Apple Macintosh untuk bergabung dan berbagi. Biasanya, dari kegiatan offline inilah, jumlah anggota bertambah karena beberapa anggota kerap mengajak teman barunya untuk masuk. “Jadi, tidak ada perekrutan secara khusus. Semuanya mengalir saja. Kalau tidak dari mulut ke mulut antarteman, terbanyak sih lewat mailing list,” ujar Antonius menambahkan.

Kendati begitu, tidak semua pengguna mailing list senang ikut kegiatan offline. Bergantung pada kecenderungannya masing-masing saja. “Ada yang aktif dan heboh di milist, ada yang dua-duanya, ya di milist juga, ya di kopi darat juga,” ujar Antonius.

Untuk urusan silaturahmi offline, biasanya Antonius yang mengurus. Sedangkan untuk menjawab dan mengaktifkan milist, ada tiga operator yang bergiat di situ, yakni Antonius, Adrian Ariatin, dan Arie. Mereka inilah yang melayani kebutuhan informasi seputar Apple Macintosh dan ID-Mac di ruang maya.

Dengan keanggotaan terbuka seperti itu, tidak ada ketentuan mengikat dalam keanggotaan. Siapa pun boleh ikut, dengan catatan, ia menyukai dunia teknologi informasi. Tidak mesti apakah ia pengguna Apple Macintosh atau baru mau menjadi pengguna. “Pokoknya bebas-bebas saja, yang penting inhome dengan kita,” ujar Antonius menambahkan.

Tidak ada iuran ataupun kartu anggota di komunitas ini. Setiap pertemuan, para anggota mengeluarkan biaya masing-masing. Misalnya untuk makan, anggota membayar sendiri makanan yang dipesannya. Kendati begitu, kata Antonius, beberapa kegiatan offline kerap ada sponsor. Entah untuk diskon makan, pemberian doorprize, atau keperluan lainnya.

Latar belakang anggotanya sangat beragam. Ada pelajar, mahasiswa, dosen, wiraswasta, fotografer, perancang, karyawan, dokter, sampai ibu rumah tangga. Namun, bila dilihat dari gaya mereka, kecenderungan anggota ID-Mac adalah mereka yang mengikuti gaya hidup dan mode (stylist). Mungkin, kata Adrian, karena awal kehadiran Apple Macintosh lebih banyak untuk kepentingan desain grafis.

“Walaupun sih sebenarnya tidak saklek seperti itu juga. Tapi yang jelas, anggota ID-Mac memang orang-orang yang mengikuti perkembangan gaya hidup dan mode. Khususnya yang berkenaan dengan teknologi informasi,” ujarnya.

Seperti diakui Ny. Hetty Setyo (48). Ibu ini sengaja bergabung dengan ID-Mac demi kebutuhan putrinya yang juga penulis dan memerlukan perangkat teknologi yang simpel, aman, tetapi juga canggih. “Anak saya aktif banget. Selain pelajar, ia juga penulis dan mendesain beberapa novel. Makanya, untuk kebutuhan tersebut saya ingin mencoba menyerap terlebih dahulu teknologi yang dimilikinya,” ujar Ny. Hetty.

Sebagai komunias yang mengarah pada gaya hidup, ID-Mac memang cenderung eksklusif. Beberapa anggota mengaku mempunyai 3-4 notebook hanya bermerek Apple Macintosh. Ada juga anggota yang hanya semua perangkat teknologinya memakai merek ini, mulai dari PC, notebook, Ipod, iPhone, sampai ke Apple TV.

Nah, bila Anda termasuk orang yang stylist dan penyuka perangkat teknologi yang simpel, aman, dan canggih, tampaknya sudah mulai bisa bergabung dengan komunitas ini. Siapa tahu, dengan banyak bersinggungan dengan para stylist, bukan saja penampilan akan eksklusif, tetapi wawasan teknologi informasinya pun cling! Mau bergabung? (Eriyanti/”PR”)***

Entry filed under: Mac. Tags: , , , .

Film baru nich ;) Baranangsiang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


si Botax Narcis

si Botak Narcis
Antonius Widjaja, seorang ayah, suami, dan pekerja mandiri di bidang Digital Printing dan Video Editing
February 2010
M T W T F S S
« Jan   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

%d bloggers like this: