Saat Antivirus menjajal (komunitas) Mac ;)

February 1, 2010 at 3:57 am 3 comments


Antivirus untuk Macintosh Perlukah?

dicopas dari : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/301394/38/

SKEPTIS, Product Manager Kaspersky Lab Asia Tenggara Alex Ng (kanan) mempresentasikan Kaspersky Anti-Virus for Mac di hadapan sejumlah anggota komunitas pengguna komputer Macintosh di Indonesia, ID-Mac, dalam sebuah gathering di Bandung, Jawa Barat, pada akhir pekan silam. Para pengguna Macintosh tersebut enggan menggunakan antivirus karena yakin Macintosh masih aman.

SEBAGIANbesar pengguna Macintosh yakin mereka tidak perlu perlindungan antivirus karena Macintosh tetap lebih aman daripada Windows dan Linux.Para pengguna Macintosh berpendapat pula,sekuriti adalah tanggung jawab masing-masing pengguna komputer. Akhir pekan silam, komunitas pengguna komputer Macintosh di Indonesia, ID-Mac, menyelenggarakan gathering untuk para anggotanya di Bandung,Jawa Barat.Bagi ID-Mac,gathering merupakan salah satu kegiatan rutin.

Namun acara gathering pada akhir pekan tersebut berbeda daripada biasanya. ID-Mac berdiri pada 2001 sebagai sebuah kelompok mailing list. Hingga saat ini, anggota ID-Mac sudah mencapai 4.652 orang.Para anggota aktif ID-Mac rajin menyelenggarakan gathering untuk mempererat silaturahmi dan berbagi pengetahuan seputar komputer Macintosh. Gathering pada akhir pekan silam menjadi tidak biasa karena di sana hadir seorang tamu yang datang jauh-jauh dari Malaysia.

Dia adalah Product Manager Kaspersky Lab Asia Tenggara Alex Ng. Tentu saja Alex tidak jauh-jauh datang ke gathering ID-Mac sekadar untuk bersilaturahmi. Dalam gathering ID-Mac tersebut, Alex memperkenalkan produk antivirus untuk komputer Macintosh. Yaitu Kaspersky Anti-Virus for Mac. Diketahui, Kaspersky sudah merilis global produk tersebut pada November 2009.

Termasuk dengan menyediakan produk itu di situs e-commerce resmi Kaspersky untuk wilayah Asia Tenggara www.antivirus365.net. Kepada beberapa puluh anggota ID-Mac yang ikut dalam gathering, Alex mengungkapkan, para pengguna Macintosh perlu menggunakan antivirus karena dua alasan. Pertama, pengguna komputer Macintosh menjadi semakin banyak sehingga mendorong para penjahat untuk membuat malware (program jahat) penyerang Macintosh.

“Alasan kedua, pengguna Macintosh tidak boleh egois. Virus Windows memang tidak akan mengancam sistem mereka. Tetapi jika para pengguna Macintosh tidak ikut membersihkan virus tersebut, maka virus itu bisa menyerang para pengguna Windows,” tutur Alex kepada para peserta gathering. Kaspersky menjelaskan bahwa Kaspersky Anti-Virus for Mac dihadirkan tidak hanya untuk melindungi pengguna Macintosh yang memanfaatkan antivirus itu, tetapi juga para pengguna komputer yang lain.Terutama para pengguna Windows.

Secara teknis, malware-malware di dunia memang sebagian besar dirancang untuk menyerang Windows.Di komputer Macintosh, malware-malwareWindows tidak bisa bekerja.Namun begitu, malware- malware itu bisa bersembunyi di komputer Macintosh yang tidak memiliki antivirus. Di sini,menurut pendapat Kaspersky, secara moral pengguna Macintosh itu dinilai “bersalah” karena menjadi penyebar malware.

Agar sebuah komputer Macintosh tidak menjadi tempat persembunyian malware, maka komputer Macintosh itu harus dibersihkan dengan Kaspersky Anti-Virus for Mac. Kaspersky menegaskan, Kaspersky Anti-Virus for Mac tidak hanya mampu membasmi malware penyerang Macintosh, tetapi juga malware penyerang Windows, dan bahkan malwarepenyerang sistem operasi open source Unix.

Secara total, Kaspersky Anti-Virus for Mac mampu mendeteksi lebih dari 20 juta jenis malware penyerang berbagai macam platform (sistem operasi). Dalam melindungi komputer pengguna, Kaspersky Anti-Virus for Mac tidak hanya mampu memindai ancaman-ancaman yang berasal dari media penyimpan bergerak seperti USB Flash Drive, tetapi juga ancaman-ancaman yang berasal dari internet.

Kaspersky menambahkan, Kaspersky Anti-Virus for Mac adalah aplikasi yang sangat hemat sumber daya komputasi.Terbukti, antivirus itu mengonsumsi hanya sekitar 1% dari tenaga pemrosesan yang dimiliki prosesor (otak) sebuah komputer Macintosh.

Tidak Tertarik

Usai presentasi, Alex pun dihujani pertanyaan dan komentar dari para peserta gathering. Sebagian besar pertanyaan dan komentar itu menggugat apa perlunya antivirus untuk Macintosh. Sebab, Macintosh adalah salah satu sistem komputasi yang paling aman pada saat ini,karena jumlah malware yang mengancamnya masih jauh lebih sedikit daripada Windows dan Linux.

Alex pun berupaya menjawab dan menanggapi pertanyaan serta komentar itu.Namun hingga acara gathering usai, sebagian peserta rupanya belum tertarik menggunakan antivirus untuk komputerkomputer Macintosh mereka. Pendiri ID-Mac Adrian Ariatin, seorang desainer grafis, mengaku sudah menggunakan Macintosh sejak 1997.Adrian mengaku tidak tertarik menginstal antivirus di Macintosh-nya karena rumor tentang virus Macintosh sudah beredar sejak sekitar sepuluh tahun silam,namun hingga saat ini rumor itu ternyata tidak terbukti.

“Selama ini saya tidak pernah menjumpai ancaman sekuriti signifikan pada Macintosh. Jika virus Macintosh sudah benar-benar datang, saya mungkin akan mencoba antivirus. Tetapi, untuk saat ini saya tidak tertarik karena Macintosh masih aman dan stabil,” ujar Adrian. Adrian menjelaskan, dirinya hanya sekali menjumpai virus untuk Macintosh. Insiden itu terjadi pada sekitar 1997.Virus tersebut juga hanya menyerang aplikasi Microsoft Word pada Macintosh.

Ketika file dibuang,secara manual alias tanpa antivirus, sistem pun kembali normal. Koordinator ID-Mac Bandung Antonius Widjaja memiliki pendapat berbeda.Dia mengaku tertarik mencoba antivirus untuk Macintosh jika harga antivirus itu tidak lebih dari Rp100.000. Sebab, jelas Antonius, fungsi antivirus di Macintosh adalah membersihkan virus Windows,bukan virus Macintosh.

“Sedia payung sebelum hujan memang baik.Tapi kita tidak tahu kapan hujan itu akan datang,” tandas Antonius, mengibaratkan antisipasi terhadap wabah virus penyerang Macintosh. Antonius pun mengaku tidak yakin virus Macintosh akan mewabah. Alasannya,Antonius menjelaskan, komputer Macintosh adalah komputer yang berharga lebih mahal daripada komputer Windows.

Karena itu, populasi pengguna Macintosh tetap akan lebih sedikit daripada Windows,sehingga para pembuat virus pun akan tetap lebih fokus membuat virus Windows. “Pengguna Macintosh akan membludak jika Apple Inc merilis komputer Macintosh yang berharga setara netbook.Tapi saya rasa itu tidak mungkin terjadi.Apple adalah perusahaan yang lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas,”tutur Antonius.

Antonius mengaku sudah menggunakan Macintosh sejak 2004. Hingga saat ini, Antonius hanya sekali mengalami insiden sekuriti. Insiden itu pun tidak terjadi akibat kelemahan sistem Macintosh, tetapi lebih pada akibat kecerobohan Antonius yang membuat password terlalu lemah sehingga mudah ditebak oleh penjahat cyber. Setelah password diganti,serangan itu pun selesai. Dalam gathering ID-Mac di Bandung itu, sebagian peserta adalah para pemuda.

Termasuk dua orang programmer bernama Raimun Suandi dan Tony Hadisiswanto. Senada dengan rekan mereka yang lebih senior,Raimun dan Tony juga tidak tertarik menggunakan antivirus untuk Macintosh mereka. “Tujuan awal saya menggunakan Macintosh adalah menghindari virus. Jika saya harus membersihkan virus para pengguna Windows,maka akan banyak sekali yang harus saya lakukan.

Karena itu, saya berpendapat, sekuriti adalah tanggung jawab masingmasing,” papar Raimun. Anggota ID-Mac yang lain,yaitu Chief Executive Officer PT Adinoto IndonesiaAdinotoA Kadir,menilai, upaya Kaspersky untuk membangkitkan kewaspadaan para pengguna Macintosh terhadap sekuriti sudah cukup bagus. Sebab, ancaman sekuriti memang membayangi platform apa pun.

Terutama ancaman sekuriti berbasis social engineering (rekayasa sosial), seperti phishing alias penipuan yang dilakukan untuk mencuri password korban. “Social engineering tidak pandang bulu. Untuk menghindari serangan social engineering, pengguna komputer harus lebih banyak belajar.Jangan mudah terperdaya menyerahkan password kepada orang tidak dikenal,dengan imingiming hadiah menggiurkan,”tutur Adinoto.

Namun demikian, Adinoto yakin Macintosh akan tetap lebih aman daripada sistem komputasi yang lain karena Macintosh adalah sistem tertutup sehingga menulis virus untuk Macintosh relatif lebih sulit daripada menulis virus untuk sistem operasi lain. Pada sisi browser, Adinoto melanjutkan, Macintosh juga relatif lebih aman daripada sistem komputasi lain karena Macintosh menggunakan browserSafari,yang tidak mendukung penambahan ekstensi,alias aplikasi add-on dari pihak ketiga.

Dalam gathering ID-Mac itu, hadir pula anggota-anggota yang sudah puluhan tahun menggunakan komputer Macintosh.Salah seorang di antara mereka adalah Direktur Khalifah Tour Rustam Sumarna. Mengaku sudah menggunakan Macintosh sejak 1989, Rustam tidak pernah menjumpai insiden signifikan serangan virus di Macintosh. “Karena itu, posisi saya 50%- 50%.

Saya akan membeli antivirus untuk Macintosh jika harganya murah.Yaitu kurang dari Rp1 juta,” tukas Rustam. Di antara seluruh anggota IDMac yang hadir dalam gathering, anggota yang sudah menggunakan Macintosh paling lama kemungkinan Moko Darjatmoko, seorang peneliti linguistik independen.

Moko mengaku sudah 26 tahun menggunakan Macintosh dan tidak pernah terkena serangan sekuriti. “Peningkatan ancaman virus Macintosh mungkin ada. Tetapi, saya yakin orang-orang Apple lebih tanggap. Sudah terbukti, selama puluhan tahun mengelola jaringan komputer Macintosh, saya tidak pernah terkena serangan virus,” ujar Moko.(ahmad fauzi)

Entry filed under: Uncategorized. Tags: , , , , , .

Promo Jualan Ah… Masih mau Merokok..? hihihihi

3 Comments Add your own

  • 1. macnoto  |  February 1, 2010 at 4:01 am

    wakakakak sekemmm😀

    Reply
  • 2. macnoto  |  February 1, 2010 at 4:03 am

    PERSEN nya misleading banget wakakakaka… windows 2 persen tapi (40.188 kali worms attack) dibanding mac 19 persen tapi cuma 9 wkakakaka

    seekeeem *ngacirrr

    Reply
  • 3. jim  |  February 2, 2010 at 6:07 am

    dodolan ora payu

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


si Botax Narcis

si Botak Narcis
Antonius Widjaja, seorang ayah, suami, dan pekerja mandiri di bidang Digital Printing dan Video Editing
February 2010
M T W T F S S
« Jan   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

%d bloggers like this: