Live tvOne 15-10-11 komunitas id-iPad vs Forum Android.

Tiba-tiba sepucuk email masuk inbox penulis, yg intinya meminta kesediaan dari milis id-ipad untuk mengirimkan wakilnya untuk menjadi narasumber pada acara Selamat Pagi Indonesia TVOne pada tanggal 15 Oktober 2011.
Tidak melewatkan kesempatan ini saya pun menjawab email tersebut dengan menyatakan kesediaan (kapan lagi numpang masuk TV yah?) hehe.
Berikut adalah cuplikan rekamannya, tq untu Bro Julianta atas kesediaannya menemani pada saat shooting sampai membantu meng-upload video hasil rekaman ke Youtube.

Segment 1:

Segment 2:

October 20, 2011 at 8:49 am 4 comments

Bila Axioo ketemu Lion..

KOPDAR kali ini adalah yg kali ke-4 diadakan di kota Bandung.

Supaya agak berbeda dengan KOPDAR2 sebelumnya, kali ini kita bikin model WORKSHOP, dengan menggunakan Laptop Axioo HNM series i3 dan i7, kenapa yang dipilih Axioo? Karena sponsor utama KOPDAR adalah boss Timmy MitraAbadi komputer yang setia dari KOPDAR pertama 5 tahun yang lalu.

Kita mulai..
Tidak terasa sudah 5 tahun sejak dari kopdar pertama diadakan tahun 2006 di beemall, KOPDAR yang kali ini juga kita adakan di Bandung, karena ternyata katanya Bandung cocok untuk acara ngumpul2 hehe

20110921-200828.jpg

Jam baru menunjukan pukul 9 pagi, restoran Seafood PRAOE pun masih berbenah, belum ada satu pun kustomer yang makan disana (iyalah jelas mereka baru operasi jam 10 pagi), tapi panitia KOPDAR sudah berdatangan dan bersiap2 untuk mempersiapkan acara, ada yang memasang Spanduk, X-banner, maupun yang membereskan demo unit MacPro aspal. Tujuh belas unit Laptop Axioo HNM Series i3 dan i7 juga sudah dimasukan ke dalam ruang acara, bersiap untuk di install MacOSX Lion.
20110921-200837.jpg

20110921-200845.jpg

20110921-200855.jpg

Makin siang, peserta mulai bermunculan, bahkan ada yang datang dari luar kota, jakarta dan bogor. Acara mulai pukul 10.15 dimulai dengan pembukaan oleh MC dadakan saya sendiri hehe.

Acara berikutnya adalah pembukaan oleh sponsor utama dan satu2nya, boss Timmy MitraAbadi yang bercerita mengenai produk AXIOO, sayang quiz berhadiah HDD external 500gb tidak bisa diraih oleh peserta karena tidak ada satupun yang berhasil menjawab :)

Pembicara pertama adalah Ridwan alias Wantse yang mendemokan bagaimana cara membuat MacPro jadi-jadian, casing yang diapakai adalah Casing MacPro G5, tapi jeroan-nya adalah komponen PC biasa, langkah demi langkah di jelaskan via presentasi di iPad (lho koq ipad yach? hehe), dan yang jelas OS-nya adalah Mac OSX 10.7 alias Lion. :)

Pembicara kedua adalah Hendito, seorang Hackintosh guru yang sudah pengalamannya segudang, beliau mempresentasikan 101 Hackintosh, apa itu hackintosh, lalu apa yang harus disiapkan, kendala2 yang akan terjadi, dan cara mengatasinya.

Tidak tersasa waktu sudah menunjukan pukul 12 siang, makan siang sudah disiapkan oleh pihak Restoran.

Akhirnya acara utama dimulai, WORKSHOP Hackintosh, unit yang dipakai adalah:
9 Axioo HNM i7 Series, dan 9 Axioo HNM i3 series, unit sudah disiapkan sebelumnya dengan mempartisi hdd laptop menjadi 2 bagian, partisi 1 disiapkan untuk hasil install LION, partisi kedua di dump dengan Installer Retail Lion, kita menggunakan Installer Retail yang artinya kita tidak menambahkan atau mengcrack installer tersebut.

18 Flash disk 4GB yang sudah diisi dengan Bootloader Chimerra 1.54 dan file2 Post-Install yang berisi driver dan utility2 yang dibutuhkan agar si Lion bisa mengaum dengan baik di Laptop Axioo.
Langkah2 panduan install bisa dilihat di sini:

http://www.mediafire.com/file/y06o7wxo8bw34jl/panduan%20install%20LionAxioo.pdf

Sedangkan tools2nya bisa didownload di:

http://tonymacx86.com/

http://chameleon.osx86.hu/

http://www.kexts.com/

Dan ada beberapa kext (driver) yang dipatch oleh penulis.

Hasil akhir adalah:
Sebuah laptop AXIOO HNM series i3 & i7 yang terinstall LION OSX 10.7
- Resolusi full 1366 x 768 CI dan QE Support
- Web Cam ON
- DVD writer berfungsi dengan baik
- Audio ON, ethernet ON, wifi full support dengan menggunakan Atheros AR9285.
- Shutdown dan restart tanpa masalah
- dan yang penting full support 64bit ..

Salam Hackintosh!

20110921-200907.jpg

20110921-200917.jpg

20110921-200926.jpg

20110921-200939.jpg

20110921-200949.jpg

20110921-201004.jpg

20110921-201015.jpg

20110921-201025.jpg

20110921-201032.jpg

September 21, 2011 at 1:00 pm Leave a comment

Narsis.com – jawa post newspaper gadgeter section

January 4, 2011 at 8:14 am Leave a comment

Baranangsiang

image

image

image

Kali ini sudah tahun ketiga saya menemani anak perempuan saya ke gedung ini untuk gladi resik pementasan balet, dan setiap kali melihat kondisi gedung yang makin buruk dari waktu ke waktu membuat miris perasaan saya.
Katanya bila hendak mengetahui tingkat kemajuan sebuah bangsa,lihat saja gedung keseniannya. Jadi kesimpulan? Kasian deh Indonesiaku :(

May 13, 2010 at 2:35 am 1 comment

MINORITAS YANG FANATIK

SEMUA notebook dibiarkan terbuka lebar. Riuh rendah obrolan terdengar di sana-sini. Sesekali tawa pun terdengar nyaring. Ada yang asyik browshing info-info terbaru Macintosh. Ada yang mengunduh (download) lagu. Ada juga yang sekadar chatting atau buka Facebook. Sementara itu, sebuah televisi layar datar menayangkan perjalanan Apple merambah dunia dengan teknologi informasi.

Begitulah bila anggota komunitas Indonesian Macintosh Society (ID-Mac) berkumpul. Satu sama lain nyaris tak ada jarak, saling berbagi dan bercerita, juga kelakar. “Semua yang datang ke sini bukan hanya dari Bandung, tapi juga anggota dari Jakarta,” ujar Antonius, Koordinator ID-Mac Bandung saat mengundang “PR” hadir pada acara “Ngariung ID-Mac”, di Ngopi Doeloe, Jln. Teuku Umar, Bandung, akhir pekan lalu.

Selain mengenalkan peserta dari Jakarta, Antonius juga mengenalkan pendiri ID-Mac Bandung, Adrian Ariatin, beserta para penggerak lainnya seperti Arie Ari Tj (dosen Unpad) dan Abiel Sabiel dari Jakarta. “Pokoknya, kalau sudah kumpul begini, rame!” ujar Antonius yang sengaja memberi nama pertemuan tersebut dengan sentuhan yang berbau Sunda.

Sedikit fanatik

ID-Mac, menurut Adrian, berdiri pertama kali pada 21 Mei 2001. Tujuannya tak lain untuk mencari sesama para pemakai Macintosh. Maklumlah, jumlah pemakai Macintosh pada waktu itu masih sangat sedikit. “Kalau tidak salah, awalnya kita hanya tujuh orang,” ujar Adrian.

Dengan jumlah sedikit itu, komunikasi pun lebih banyak dilakukan melalui mailing list. Bertukar informasi merupakan menu utama pertemuan maya para pengguna Macintosh pada waktu itu. Namun, seiring perkembangan merek ini di Indonesia, para pengguna pun bertambah dan pengikut aktif di mailing list kian bertambah.

Sebenarnya, kata Adrian, pengguna Apple Macintosh memang tergolong minoritas. Bukan hanya di Bandung atau Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.Hal itu terkait dengan kebijakan produsen Apple yang memang mengondisikan perangkatnya lebih eksklusif dibandingkan perangkat lain dari merek yang berbeda.

Kendati begitu, jumlah pengguna yang aktif sebagai anggota ID-Mac Indonesia saat ini sudah mencapai 3.900 anggota lebih. Dengan jumlah e-mail (surat elektronik) yang masuk mencapai 2.500 e-mail per hari. Komunitas serupa juga terdapat di berbagai negara seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara Asia seperti Singapura dan Malaysia.

Anehnya, kata Adrian, ID-Mac betul-betul sebuah wadah yang dibentuk oleh para pengguna. Keterlibatan produsennya sendiri terhadap komunitas, nyaris tidak ada. Hal itu dapat dibuktikan dari setiap kegiatan yang mereka gelar. Tidak ada sokongan apa pun. “Jadi, memang murni fanatisme para anggotanya saja,” ujar Adrian.

Hal itu, menurut Antonius, sangat lumrah terjadi. Dengan jumlah pengguna yang sedikit tetapi perangkat teknologinya lebih canggih dari yang lain, para pemakainya akan merasa bangga. Bahkan sejak awal, produk Apple memang sangat erat dengan gaya hidup dan citra mewah. “Dari sisi harga saja, jauh lebih mahal. Tapi, yang paling penting adalah perangkat teknologinya yang membuat orang bangga memakai produk ini,” ujar Antonius beralasan.

Dari sisi lain, Adrian mengatakan, hampir semua pengguna adalah mereka yang sensitif dengan kebutuhan produk yang safety (aman). “Nah, produk ini sangat mewakilinya. Walaupun kita harus mengeluarkan uang lebih besar daripada membeli produk yang sama dari merek berbeda, tingkat keamanannya sangat terjamin,” ujarnya.

Memang cukup banyak alasan mengapa anggota ID-Mac ini amat fanatik dengan pilihannya. Yang pasti, kehadiran komunitas juga turut mendukung. Seperti pengakuan Tonny, mahasiswa desain grafis Univerasitas Pasundan (Unpas) Bandung, kepemilikannya terhadap Macintosh sangat didukung oleh keikutsertaannya dalam komunitas.

“Aku bisa lebih memahami fungsi-fungsinya setelah gabung dengan komunitas ini. Kita sering kali merasa ngeh terhadap perkembangan teknologi terbaru kalau kita saling membicarakannya. Nah, di sinilah saya bisa mendapatkan pengetahuan lebih banyak tentang Macintosh,” katanya.

Berbagi informasi

Kegiatan ID-Mac adalah diskusi berjalan di mailing list ID-Mac berkisar seputar konsultasi berbasis Apple Macintosh, trouble shooting, berbagai pengalaman, dan informasi terbaru teknologi informasi. Selain kegiatan online melalui mailing list, ID Mac juga rutin mengadakan berbagai acara silaturahmi offline (jumpa darat) di Jakarta dan Bandung.

Dalam kegiatan ini, ID Mac mengundang anggota maupun calon anggota pengguna Apple Macintosh untuk bergabung dan berbagi. Biasanya, dari kegiatan offline inilah, jumlah anggota bertambah karena beberapa anggota kerap mengajak teman barunya untuk masuk. “Jadi, tidak ada perekrutan secara khusus. Semuanya mengalir saja. Kalau tidak dari mulut ke mulut antarteman, terbanyak sih lewat mailing list,” ujar Antonius menambahkan.

Kendati begitu, tidak semua pengguna mailing list senang ikut kegiatan offline. Bergantung pada kecenderungannya masing-masing saja. “Ada yang aktif dan heboh di milist, ada yang dua-duanya, ya di milist juga, ya di kopi darat juga,” ujar Antonius.

Untuk urusan silaturahmi offline, biasanya Antonius yang mengurus. Sedangkan untuk menjawab dan mengaktifkan milist, ada tiga operator yang bergiat di situ, yakni Antonius, Adrian Ariatin, dan Arie. Mereka inilah yang melayani kebutuhan informasi seputar Apple Macintosh dan ID-Mac di ruang maya.

Dengan keanggotaan terbuka seperti itu, tidak ada ketentuan mengikat dalam keanggotaan. Siapa pun boleh ikut, dengan catatan, ia menyukai dunia teknologi informasi. Tidak mesti apakah ia pengguna Apple Macintosh atau baru mau menjadi pengguna. “Pokoknya bebas-bebas saja, yang penting inhome dengan kita,” ujar Antonius menambahkan.

Tidak ada iuran ataupun kartu anggota di komunitas ini. Setiap pertemuan, para anggota mengeluarkan biaya masing-masing. Misalnya untuk makan, anggota membayar sendiri makanan yang dipesannya. Kendati begitu, kata Antonius, beberapa kegiatan offline kerap ada sponsor. Entah untuk diskon makan, pemberian doorprize, atau keperluan lainnya.

Latar belakang anggotanya sangat beragam. Ada pelajar, mahasiswa, dosen, wiraswasta, fotografer, perancang, karyawan, dokter, sampai ibu rumah tangga. Namun, bila dilihat dari gaya mereka, kecenderungan anggota ID-Mac adalah mereka yang mengikuti gaya hidup dan mode (stylist). Mungkin, kata Adrian, karena awal kehadiran Apple Macintosh lebih banyak untuk kepentingan desain grafis.

“Walaupun sih sebenarnya tidak saklek seperti itu juga. Tapi yang jelas, anggota ID-Mac memang orang-orang yang mengikuti perkembangan gaya hidup dan mode. Khususnya yang berkenaan dengan teknologi informasi,” ujarnya.

Seperti diakui Ny. Hetty Setyo (48). Ibu ini sengaja bergabung dengan ID-Mac demi kebutuhan putrinya yang juga penulis dan memerlukan perangkat teknologi yang simpel, aman, tetapi juga canggih. “Anak saya aktif banget. Selain pelajar, ia juga penulis dan mendesain beberapa novel. Makanya, untuk kebutuhan tersebut saya ingin mencoba menyerap terlebih dahulu teknologi yang dimilikinya,” ujar Ny. Hetty.

Sebagai komunias yang mengarah pada gaya hidup, ID-Mac memang cenderung eksklusif. Beberapa anggota mengaku mempunyai 3-4 notebook hanya bermerek Apple Macintosh. Ada juga anggota yang hanya semua perangkat teknologinya memakai merek ini, mulai dari PC, notebook, Ipod, iPhone, sampai ke Apple TV.

Nah, bila Anda termasuk orang yang stylist dan penyuka perangkat teknologi yang simpel, aman, dan canggih, tampaknya sudah mulai bisa bergabung dengan komunitas ini. Siapa tahu, dengan banyak bersinggungan dengan para stylist, bukan saja penampilan akan eksklusif, tetapi wawasan teknologi informasinya pun cling! Mau bergabung? (Eriyanti/”PR”)***

February 18, 2010 at 1:24 pm Leave a comment

Film baru nich ;)

Orang2 makin kreatif ajah.. dicomot dari Facebook

February 9, 2010 at 11:02 pm Leave a comment

Masih mau Merokok..? hihihihi

Clas Mild: Rokok Meledak Baru Pertama Kali Terjadi
dicopas dari : http://tinyurl.com/yfdkzmo

Jakarta – Pihak Clas Mild heran dengan insiden rokok meledak yang menimpa Andi Susanto. Kasus yang menyebabkan 5 gigi Andi rontok itu baru pertama kali terjadi.

“Kasusnya ini agak aneh, dan ini baru pertama kali terjadi. Poduksi kami tidak melibatkan tangan orang,” terang Manajer Promosi rokok Clas Mild Iwan Sulistyo saat dihubungi detikcom melalui telepon, Senin (1/2/2010).

Dia menjelaskan, Clas Mild sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, untuk menyelidiki kasus ini. Mengingat pengakuan Andi, rokoknya sudah dibuka dan sudah sampai pada batang yang ketiga.

“Masalahnya apa kita belum tahu. Kita sudah menghubungi pihak kepolisian dan masih menunggu hasil penelitian,” terangnya.

Iwan menegaskan pihaknya juga telah memberikan bantuan kepada Andi, untuk biaya pengobatan. “Ini sebagai empati dan keterangan yang kita dapat, tidak ada ledakan,” imbuhnya.

Dia menjamin, seperti halnya produsen rokok lain, tidak ada bahan yang aneh pada rokok Clas Mild. “Sama sekali tidak ada bahan yang aneh-aneh, makanya agak aneh kalau ada yang meledak. Dan ini hanya satu kasus saja. Ini kesalahan di mana kita tidak tahu,” tutupnya.

Andi Susanto (31) kehilangan lima giginya dan menerima 51 jahitan di bibir setelah rokok yang diisapkannya, Clas Mild produksi PT Nojorono, meledak pada 28 Januari 2010. Andi adalah satpam yang bekerja di Cibitung, Bekasi.

(ndr/iy)

February 1, 2010 at 7:58 pm Leave a comment

Saat Antivirus menjajal (komunitas) Mac ;)


Antivirus untuk Macintosh Perlukah?

dicopas dari : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/301394/38/

SKEPTIS, Product Manager Kaspersky Lab Asia Tenggara Alex Ng (kanan) mempresentasikan Kaspersky Anti-Virus for Mac di hadapan sejumlah anggota komunitas pengguna komputer Macintosh di Indonesia, ID-Mac, dalam sebuah gathering di Bandung, Jawa Barat, pada akhir pekan silam. Para pengguna Macintosh tersebut enggan menggunakan antivirus karena yakin Macintosh masih aman.

SEBAGIANbesar pengguna Macintosh yakin mereka tidak perlu perlindungan antivirus karena Macintosh tetap lebih aman daripada Windows dan Linux.Para pengguna Macintosh berpendapat pula,sekuriti adalah tanggung jawab masing-masing pengguna komputer. Akhir pekan silam, komunitas pengguna komputer Macintosh di Indonesia, ID-Mac, menyelenggarakan gathering untuk para anggotanya di Bandung,Jawa Barat.Bagi ID-Mac,gathering merupakan salah satu kegiatan rutin.

Namun acara gathering pada akhir pekan tersebut berbeda daripada biasanya. ID-Mac berdiri pada 2001 sebagai sebuah kelompok mailing list. Hingga saat ini, anggota ID-Mac sudah mencapai 4.652 orang.Para anggota aktif ID-Mac rajin menyelenggarakan gathering untuk mempererat silaturahmi dan berbagi pengetahuan seputar komputer Macintosh. Gathering pada akhir pekan silam menjadi tidak biasa karena di sana hadir seorang tamu yang datang jauh-jauh dari Malaysia.

Dia adalah Product Manager Kaspersky Lab Asia Tenggara Alex Ng. Tentu saja Alex tidak jauh-jauh datang ke gathering ID-Mac sekadar untuk bersilaturahmi. Dalam gathering ID-Mac tersebut, Alex memperkenalkan produk antivirus untuk komputer Macintosh. Yaitu Kaspersky Anti-Virus for Mac. Diketahui, Kaspersky sudah merilis global produk tersebut pada November 2009.

Termasuk dengan menyediakan produk itu di situs e-commerce resmi Kaspersky untuk wilayah Asia Tenggara www.antivirus365.net. Kepada beberapa puluh anggota ID-Mac yang ikut dalam gathering, Alex mengungkapkan, para pengguna Macintosh perlu menggunakan antivirus karena dua alasan. Pertama, pengguna komputer Macintosh menjadi semakin banyak sehingga mendorong para penjahat untuk membuat malware (program jahat) penyerang Macintosh.

“Alasan kedua, pengguna Macintosh tidak boleh egois. Virus Windows memang tidak akan mengancam sistem mereka. Tetapi jika para pengguna Macintosh tidak ikut membersihkan virus tersebut, maka virus itu bisa menyerang para pengguna Windows,” tutur Alex kepada para peserta gathering. Kaspersky menjelaskan bahwa Kaspersky Anti-Virus for Mac dihadirkan tidak hanya untuk melindungi pengguna Macintosh yang memanfaatkan antivirus itu, tetapi juga para pengguna komputer yang lain.Terutama para pengguna Windows.

Secara teknis, malware-malware di dunia memang sebagian besar dirancang untuk menyerang Windows.Di komputer Macintosh, malware-malwareWindows tidak bisa bekerja.Namun begitu, malware- malware itu bisa bersembunyi di komputer Macintosh yang tidak memiliki antivirus. Di sini,menurut pendapat Kaspersky, secara moral pengguna Macintosh itu dinilai “bersalah” karena menjadi penyebar malware.

Agar sebuah komputer Macintosh tidak menjadi tempat persembunyian malware, maka komputer Macintosh itu harus dibersihkan dengan Kaspersky Anti-Virus for Mac. Kaspersky menegaskan, Kaspersky Anti-Virus for Mac tidak hanya mampu membasmi malware penyerang Macintosh, tetapi juga malware penyerang Windows, dan bahkan malwarepenyerang sistem operasi open source Unix.

Secara total, Kaspersky Anti-Virus for Mac mampu mendeteksi lebih dari 20 juta jenis malware penyerang berbagai macam platform (sistem operasi). Dalam melindungi komputer pengguna, Kaspersky Anti-Virus for Mac tidak hanya mampu memindai ancaman-ancaman yang berasal dari media penyimpan bergerak seperti USB Flash Drive, tetapi juga ancaman-ancaman yang berasal dari internet.

Kaspersky menambahkan, Kaspersky Anti-Virus for Mac adalah aplikasi yang sangat hemat sumber daya komputasi.Terbukti, antivirus itu mengonsumsi hanya sekitar 1% dari tenaga pemrosesan yang dimiliki prosesor (otak) sebuah komputer Macintosh.

Tidak Tertarik

Usai presentasi, Alex pun dihujani pertanyaan dan komentar dari para peserta gathering. Sebagian besar pertanyaan dan komentar itu menggugat apa perlunya antivirus untuk Macintosh. Sebab, Macintosh adalah salah satu sistem komputasi yang paling aman pada saat ini,karena jumlah malware yang mengancamnya masih jauh lebih sedikit daripada Windows dan Linux.

Alex pun berupaya menjawab dan menanggapi pertanyaan serta komentar itu.Namun hingga acara gathering usai, sebagian peserta rupanya belum tertarik menggunakan antivirus untuk komputerkomputer Macintosh mereka. Pendiri ID-Mac Adrian Ariatin, seorang desainer grafis, mengaku sudah menggunakan Macintosh sejak 1997.Adrian mengaku tidak tertarik menginstal antivirus di Macintosh-nya karena rumor tentang virus Macintosh sudah beredar sejak sekitar sepuluh tahun silam,namun hingga saat ini rumor itu ternyata tidak terbukti.

“Selama ini saya tidak pernah menjumpai ancaman sekuriti signifikan pada Macintosh. Jika virus Macintosh sudah benar-benar datang, saya mungkin akan mencoba antivirus. Tetapi, untuk saat ini saya tidak tertarik karena Macintosh masih aman dan stabil,” ujar Adrian. Adrian menjelaskan, dirinya hanya sekali menjumpai virus untuk Macintosh. Insiden itu terjadi pada sekitar 1997.Virus tersebut juga hanya menyerang aplikasi Microsoft Word pada Macintosh.

Ketika file dibuang,secara manual alias tanpa antivirus, sistem pun kembali normal. Koordinator ID-Mac Bandung Antonius Widjaja memiliki pendapat berbeda.Dia mengaku tertarik mencoba antivirus untuk Macintosh jika harga antivirus itu tidak lebih dari Rp100.000. Sebab, jelas Antonius, fungsi antivirus di Macintosh adalah membersihkan virus Windows,bukan virus Macintosh.

“Sedia payung sebelum hujan memang baik.Tapi kita tidak tahu kapan hujan itu akan datang,” tandas Antonius, mengibaratkan antisipasi terhadap wabah virus penyerang Macintosh. Antonius pun mengaku tidak yakin virus Macintosh akan mewabah. Alasannya,Antonius menjelaskan, komputer Macintosh adalah komputer yang berharga lebih mahal daripada komputer Windows.

Karena itu, populasi pengguna Macintosh tetap akan lebih sedikit daripada Windows,sehingga para pembuat virus pun akan tetap lebih fokus membuat virus Windows. “Pengguna Macintosh akan membludak jika Apple Inc merilis komputer Macintosh yang berharga setara netbook.Tapi saya rasa itu tidak mungkin terjadi.Apple adalah perusahaan yang lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas,”tutur Antonius.

Antonius mengaku sudah menggunakan Macintosh sejak 2004. Hingga saat ini, Antonius hanya sekali mengalami insiden sekuriti. Insiden itu pun tidak terjadi akibat kelemahan sistem Macintosh, tetapi lebih pada akibat kecerobohan Antonius yang membuat password terlalu lemah sehingga mudah ditebak oleh penjahat cyber. Setelah password diganti,serangan itu pun selesai. Dalam gathering ID-Mac di Bandung itu, sebagian peserta adalah para pemuda.

Termasuk dua orang programmer bernama Raimun Suandi dan Tony Hadisiswanto. Senada dengan rekan mereka yang lebih senior,Raimun dan Tony juga tidak tertarik menggunakan antivirus untuk Macintosh mereka. “Tujuan awal saya menggunakan Macintosh adalah menghindari virus. Jika saya harus membersihkan virus para pengguna Windows,maka akan banyak sekali yang harus saya lakukan.

Karena itu, saya berpendapat, sekuriti adalah tanggung jawab masingmasing,” papar Raimun. Anggota ID-Mac yang lain,yaitu Chief Executive Officer PT Adinoto IndonesiaAdinotoA Kadir,menilai, upaya Kaspersky untuk membangkitkan kewaspadaan para pengguna Macintosh terhadap sekuriti sudah cukup bagus. Sebab, ancaman sekuriti memang membayangi platform apa pun.

Terutama ancaman sekuriti berbasis social engineering (rekayasa sosial), seperti phishing alias penipuan yang dilakukan untuk mencuri password korban. “Social engineering tidak pandang bulu. Untuk menghindari serangan social engineering, pengguna komputer harus lebih banyak belajar.Jangan mudah terperdaya menyerahkan password kepada orang tidak dikenal,dengan imingiming hadiah menggiurkan,”tutur Adinoto.

Namun demikian, Adinoto yakin Macintosh akan tetap lebih aman daripada sistem komputasi yang lain karena Macintosh adalah sistem tertutup sehingga menulis virus untuk Macintosh relatif lebih sulit daripada menulis virus untuk sistem operasi lain. Pada sisi browser, Adinoto melanjutkan, Macintosh juga relatif lebih aman daripada sistem komputasi lain karena Macintosh menggunakan browserSafari,yang tidak mendukung penambahan ekstensi,alias aplikasi add-on dari pihak ketiga.

Dalam gathering ID-Mac itu, hadir pula anggota-anggota yang sudah puluhan tahun menggunakan komputer Macintosh.Salah seorang di antara mereka adalah Direktur Khalifah Tour Rustam Sumarna. Mengaku sudah menggunakan Macintosh sejak 1989, Rustam tidak pernah menjumpai insiden signifikan serangan virus di Macintosh. “Karena itu, posisi saya 50%- 50%.

Saya akan membeli antivirus untuk Macintosh jika harganya murah.Yaitu kurang dari Rp1 juta,” tukas Rustam. Di antara seluruh anggota IDMac yang hadir dalam gathering, anggota yang sudah menggunakan Macintosh paling lama kemungkinan Moko Darjatmoko, seorang peneliti linguistik independen.

Moko mengaku sudah 26 tahun menggunakan Macintosh dan tidak pernah terkena serangan sekuriti. “Peningkatan ancaman virus Macintosh mungkin ada. Tetapi, saya yakin orang-orang Apple lebih tanggap. Sudah terbukti, selama puluhan tahun mengelola jaringan komputer Macintosh, saya tidak pernah terkena serangan virus,” ujar Moko.(ahmad fauzi)

February 1, 2010 at 3:57 am 3 comments

Promo Jualan Ah…

http://arjunamultimedia.multiply.com/

January 29, 2010 at 11:13 pm Leave a comment

Saat PC berasa Apple

Picture 5

http://www.detikinet.com/read/2009/11/01/185557/123280/404/saat-pc-berasa-mac

Minggu, 01/11/2009 18:57 WIB
Saat PC Berasa Apple
Andrian Fauzi : detikBandungdetikcom – Bandung,

Apa jadinya kalau para jagoan Hackintosh di negeri ini berkumpul. Sebuah PC rakitan pun dijejali Snow Leopard sebagai operating sistemnya. Wow, sebuah PC rasa Apple.
Dalam kopdar Hackintosh yang digelar di Karamba Resto, Jalan Sultan Tirtayasa No 26, Minggu (1/11/2009), lebih dari 70 orang pengagum sistem operasi besutan Apple di seluruh Indonesia saling bertukar ilmu.
Tidak hanya dari pulau Jawa saja, dalam acara yang didukung oleh Axioo, Arjuna Multimedia serta detikbandung ini, ada seorang penggila Hackintosh dari Lombok yang nekad datang.”Kopdar yang ketiga kali digelar di Bandung ini adalah ajang temu para pengguna Macintosh di seluruh Indonesia untuk saling sharing knowledge, dan temu akrab antar anggota yang biasanya hanya bertemu via Internet baik via milis maupun forum,” ujar Antonius Widjaja, panitia Kopdar 3 Hackintosh kepada detikbandung, Minggu (1/11/2009) sore.
Ditambahkan oleh Anton, demikian dia akrab dipanggil, forum ataupun milis yang menjadi acuan dari para Hackintosher adalah macosx86indo@yahoogroups.com, dan forum Hackintosh Indonesia di www.mac-inul.com.
Hackintosher sendiri mengacu pada para user yang mencoba menginstall MacOSX operating system pada komputer non Apple, dengan tujuan untuk menjajal kemampuan masing-masing hardware. Seperti diketahui bersama bahwa menginstall OS Macosx baik itu Tiger maupun Leopard di mesin Non Apple merupakan sebuah tantangan sendiri.
Acara yang digelar santai ini membahas detil mulai dari istilah yang lazim dipergunakan hingga demonstrasi menginstal Snow Leopard dengan USB Flashdisk. Permasalahan teknis instalasi OSX86 di AMD platform juga menjadi pembahasan yang sangat menarik.”Memang tidak semua menginstal di intel, tapi pada dasarnya bisa diinstal di PC atau laptop AMD. Hanya perlu usaha sedikit,” papar Aryajuanda, salah seorang master Hackintosh dalam presentasinya.
Tak ketinggalan beragam doorprize dan lelang 1 unit Axioo PICO pun semakin memanaskan suasana. Axioo PICO seri terbaru pun dilepas seharga Rp 2,3 juta. Proses lelang sendiri berlangsung seru karena Axioo PICO terbukti mampu dijejali Leopard ataupun Snow Leopard.”Mungkin baru PICO yang mulus tanpa kendala. Saya sudah coba dan sudah memakainya. Tidak ada masalah sampai sekarang,” ujar Timmy Theopelus, GM Mitra Abadi, mitra dealer Axioo terbesar di Jabar berpromosi.

Ditunggu kopdar 4 di Jakarta!

November 1, 2009 at 12:58 pm 5 comments

Older Posts


si Botax Narcis

si Botak Narcis
Antonius Widjaja, seorang ayah, suami, dan pekerja mandiri di bidang Digital Printing dan Video Editing

Recent Posts

 

January 2012
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.